Tolong pilih kategori sesuai, jenis posting (pertanyaan atau bukan) dan sertakan tag/topik yang sesuai misal komputer, php, mysql, dll.
Promosi atau posting tidak pada tempatnya akan kami hapus.
Mencantumkan kode program di posting Anda, tolong ikuti aturan yang sesuai, baca http://diskusiweb.com/discussion/39204/aturan-cara-menyisipkan-kode-program-di-diskusiweb

Baca cara posting gambar/image di post Anda: http://www.diskusiweb.com/discussion/47345/cara-menyisipkan-menyertakan-image-pada-posting/p1

Tepi Zaman (Hasil ledek-ledekan sesama IT-ers)

edited May 2011 in Gaul
Dengan tenaga yang masih tersisa, Aris terus mengayuh sepedanya menyusuri gang demi gang di komplek perumahan itu.

Sesekali Aris berteriak mengeluarkan suara paraunya yang pasti terdengar oleh penghuni rumah-rumah yang dilalui sepedanya “Servis komputer, laptop, install Windows, game, office…!!!”, menarik nafas sesaat karena jalan agak menanjak. “Hapus virus, install driver, servis printer, cartrige, toner…!!!” teriaknya lagi yang segera ditimpali bunyi kriing..kriiiing… bel sepedanya.

Sudah tak terhitung gang ia lalui sejak keluar rumah pukul setengah enam tadi pagi. Saat ini sudah hampir dua jam ia mengayuh sepeda tanpa henti. Namun nasib baik belum berpihak pada nya, belum satu customerpun menyetop untuk memakai jasanya.

Dalam kelelahan, terbayang wajah dua anaknya yang melepas kepergian pagi ini. Si kecil Evan yang masih berusia 8 bulan sempat berteriak dalam bahasa bayi sambil melambaikan tangan berharap kali ini Aris mau mengajaknya bersepeda. Tapi waktu adalah uang, dan hari Minggu adalah hari yang paling hoki buat bisnisnya karena disaat libur, para pemilik komputer memiliki waktu untuk menservis atau sekedar rapihkan PC atau laptopnya.

Saat ini sekitar pukul delapan kurang, sinar mataharipun mulai tidak lembut lagi pada kulitnya. Tepat sebelum Aris membelok ke gang berikutnya, sebuah panggilan terdengar samar ditelinganya. “Mas… servis…!!!”

Aris segera turun dan menuntun sepedanya ke arah rumah dimana seorang anak berusia belasan tadi memanggilnya. “Iya dek, servis apa?” jawab Aris sumringah.

“Printer saya mati mas, lampunya berkedip terus..” jelas si anak. “Diliat aja dulu deh mas, Komputernya ada di ruang tamu kok”.

Arispun segera mengikuti si anak kedalam rumah sambil tidak lupa memarkir sepedanya terlebih dahulu serta mengambil tas peralatan berisi CD-CD program, obeng serta sebuah kertas terlipat berisi serial number dari beberapa software dan lainnya di belakang sepeda.

Hanya membutuhkan waktu tidak lebih dari 30 menit Aris sudah mengatasi masalah sang client. Saat ini Aris tengah mengayuh sepeda kembali dengan suasana hati yang lebih riang. Dengan pendapatan yang ia peroleh hari ini Aris berniat membelikan si sulung Fitri mouse cantik berwarna pink yang iya lihat di sebuah toko yang sering ia lalui saat “dinas”.

Ketika matahari semakin tinggi, peluh pun mulai bermunculan di permukaan kulit tangan dan wajahnya, sementara belum ia dengar panggilan merdu lagi di sepanjang jalan yang dilaluinya.

Jelang tengah hari Aris memutuskan untuk beristirahat di dekat sebuah kampus yang di tengahnnya dialiri sungai berukuran sedang. Aris memarkir sepedanya ditepi sungai dibawah pohon rindang. Cukup menjadi penghalang terik matahari yang secara konstan membakar kulitnya dalam beberapa jam terakhir.

Setelah melap muka dan tangan dari keringat, Aris mengeluarkan rangsum makanan yang ia bawa dari rumah. Sambil menghadap ke sungai yang airnya mengalir tenang Aris mulai menikmati makan siangnya sambil melamun, memikirkan banyak hal. Perjalanan hidup yang mebawanya terdampar di tepi sungai dekat sebuah kampus.

Selesai makan dan minum sebagai pencuci mulut, rasa kantuk mulai menyerangnya. Perut yang sudah terisi penuh serta buaian angin yang menerpa wajahnya mendorong Aris untuk bersandar pada batang pohon sambil perlahan tapi pasti matanya mulai terpejam.

Dan di tepi sungai, di bawah pohon dengan dinina bobokan suara daun yang tertiup angin, siang itu Aris pun terlelap dan bermimpi tentang kehidupan yang lebih baik yang ia dan keluarganya harapkan.

Dalam tidurnya, samar ia mendengar suar roda ban melindas batu, lalu “kreek” seperti benturan besi pada beton. Dengan malas Aris memicingkan matanya melihat ke arah sumber suara.

Antara sadar dan tidak, ia melihat sepedanya tengah dituntun seseorang. Sejenak Aris bingung sebelum akhirnya menyadari bahwa orang itu bermaksud mencuri sepedanya. Sontak rasa kantuknya pun hilang dan segera berusaha berdiri untuk mengejar sang pencuri.

Namun, sebuah pukulan ia terima dari belakang tepat mengenai sisi kanan telinganya. Aris kembali limbung dengan mengeluarkan darah dari lubang hidungnya. Sementara kedua pencuri dengan santai berboncengan meninggalkan Aris yang terpuruk di pinggir jalan sendirian.

Akhirnya Aris hanya bisa berdiri memandangi sepeda sumber mata pencahariannya menjauh untuk kemudian menghilang dari pandangan. Pergi bersama mimpi-mimpi sederhana yang ia bawa tadi pagi ….
Sign In or Register to comment.